Kita sering denger ungkapan “bahagia itu
sederhana”. Tapi, bener gak sih bahagia itu sederhana? Bener gak sih bahagia itu
mudah dan simpel? Menurutku, bahagia memang sederhana.
Bahagia menurut seseorang adalah nilai A,
sementara seseorang lainnya sudah bahagia untuk pergi ke sekolah.
Bahagia bisa diperoleh semua orang. Tapi, bahagia datang pada
kondisi-kondisi yang berbeda.
Bahagia menurut seseorang adalah mengerjakan deadline di ruang kerjanya. Seseorang yang
lain merasa bahagia ketika masih mencari pekerjaan karena ternyata dia punya lebih banyak waktu dengan orang-orang terdekatnya. Seseorang lainnya merasa karena
tidak mengejar kelulusan. Kegiatan dan teman-teman di kampus nyatanya mampu membuatnya merasa cukup, dan terbebas dari pikiran-pikiran kacau.
Bahagia bisa diperoleh semua orang. Tapi, bahagia datang pada waktu yang tepat, dan menurut ukuran masing-masing orang.
Bahagia menurut seseorang adalah merayakan anniversary dengan pasangan,
sementara seseorang merasa bahagia ketika dia masih merasakan kebebasan dalam berteman dan menjalin hubungan.
Bahagia
bisa diperoleh semua orang. Tapi, bahagia datang untuk alasan yang
dimiliki secara berbeda-beda.
Orang-orang di sekeliling kita mungkin terlihat lebih
bahagia. Tanpa kita tahu, mereka mungkin melihat kita dengan kebahagiaan-kebahagiaan yang kita rasakan.
Setiap orang bisa bahagia pada kondisi masing-masing, di
waktu yang tepat menurut masing-masing, serta berdasarkan alasan yang sesuai
dengan diri masing-masing. Bahagia selalu punya alasan. Bahagia selalu dapat
ditemukan dan diciptakan; itulah kenapa bahagia memang sederhana.
Semua
orang punya kebahagiaannya masing-masing. Jadi, selalu percayalah pada diri sendiri.
Semesta akan membantu kita untuk memperoleh kebahagian. Tapi,
sebenarnya, bahagia itu sederhana.
Asal kita selalu jujur sama diri kita. Asal kita menghargai apa kita punya. Asal kita
tidak membandingkan diri sendiri dengan orang-orang di luar sana. Selalu bersyukur, selalu bahagia.